Cara Mempercepat Booting Windows 10 (9 Langkah Ampuh)

Windows 10 merupakan sistem operasi yang terbaru dan sudah digunakan banyak orang. Walaupun merupakan sistem operasi terbaru, sayangnya Windows 10 dikenal memiliki booting yang sangat lama. Tidak heran banyak orang yang mencari cara mempercepat booting Windows 10.

Karena memang ketika masalah booting lama Windows 10 datang, akan sangat membuat Anda kesal. Apalagi ketika laptop sedang dibutuhkan mendesak dan penting. Jadi, agar semua masalah itu bisa dihindari, Anda harus tahu cara mengatasi booting yang lama tersebut.

Cara Mempercepat Booting Windows 10

9 Langkah Cara Mempercepat Booting Windows 10

Ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan ketika booting Windows 10 lama sekali. Anda bisa mencoba cara ini satu per satu sesuai dengan penyebab booting laptop Anda jadi lemot. Sebab setiap laptop memiliki penyebab yang berbeda-beda. Berikut ini cara-caranya:

Aktif dan Nonaktifkan Fitur Fast Startup

Sebenarnya ketika Anda menggunakan laptop dengan sistem operasi Windows 10, maka sudah ada fitur mempercepat booting yaitu Fast Startup. Bahkan beberapa laptop sudah mengaktifkan fitur ini secara otomatis tanpa perlu mengaturnya secara manual.

Ini merupakan fitur andalan dari Windows 10, dimana Anda bisa menikmati booting cepat tanpa harus menggunakan penyimpanan berjenis SSD. Cara kerja fitur ini adalah menulis file hibernate pada penyimpanan ketika Windows sedang mati.

Sehingga dengan metode tersebut akan ada pemangkasan waktu lebih besar lagi saat booting. Jadi, proses booting lebih cepat. Sayangnya, meskipun menjadi fitur utama untuk mempercepat booting, ternyata mematikan fitur ini juga menjadi solusi saat booting lemot.

Oleh karena itu, cara agar booting Windows 10 cepat adalah Anda bisa mengaktifkan fitur ini. Nah, ketika Anda cek ternyata fitur ini sudah aktif, maka jalan keluarnya adalah coba matikan fitur ini. Pada beberapa laptop fitur ini menjadi penyebab booting lama sekali. Berikut cara ceknya:

  • Langkah pertama masuklah ke dalam menu “Settings”. Anda bisa dengan menekan tombol Windows pada keyboard dan kemudian ketik “Settings”, maka akan muncul menu tersebut.
  • Jika Anda sudah berada di dalam menu Setting, kemudian carilah pengaturan sistem dengan tulisan “System”. Klik pada tulisan tersebut agar masuk ke menu selanjutnya.
  • Di dalam menu System, cari kembali menu pengaturan dengan tulisan “Power and sleep”. Isi dari pengaturan ini adalah berkaitan dengan tombol power laptop dan juga pengaturan waktu sleep serta masih banyak lagi.
  • Untuk bisa mengecek fitur Fast Startup, klik tulisan menu “Choose what the power buttons do”. Setelah itu, cari lagi tulisan “Change settings that are currently unavailable”. Tulisan menu itu berwarna biru dan langsung klik saja.
  • Nah, pada menu terakhir itulah terdapat pengaturan aktif dan nonaktif Fast Startup. Untuk bisa mengubah pengaturannya Anda bisa fokus ke “Turn on fast startup”.

Jika memang menu itu sudah aktif tapi booting laptop Anda tetap lemot, maka bisa mencoba menonaktifkannya. Tapi jika belum aktif, Anda bisa mengubahnya agar aktif dan mempercepat booting laptop Windows 10.

  • Kalau sudah, tekan tombol “Save Changes” di bagian bawah.
  • Ketika sudah melakukan beberapa tahap pengaturan Fast Startup di atas, cobalah untuk merestart laptop Anda. Perhatikan apakah ada perubahan waktu ketika booting atau tidak. Jika ada berarti cara di atas sudah berhasil mengatasi booting Windows 10 yang lemot.

Mengurangi Program Startup

Ketika Anda menggunakan laptop untuk aktivitas sehari-hari, biasanya ada sebuah program yang disebut sebagai program startup. Ini merupakan program atau aplikasi yang bisa berjalan dengan otomatis saat laptop mulai dinyalakan.

Saat Anda mengatur lebih banyak lagi program startup yang berjalan dan hidup, maka waktu saat booting bisa semakin lama. Sebab, Windows 10 akan membuka aplikasi atau program tersebut sebelum laptop bisa digunakan normal.

Tentunya cara kerja tersebut akan sangat membebani laptop Anda yang memiliki spesifikasi rendah. Bahkan untuk laptop yang spesifikasinya sudah cukup bagus, akan sangat terbebani ketika jumlah program startup cukup banyak.

Sehingga, cara untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi program startup yang Anda gunakan. Matikan beberapa program atau aplikasi startup yang sekiranya tidak pernah digunakan. Berikut ini beberapa cara pengaturannya:

  • Langkah pertama Anda bisa membuka “Task Manager”. Cara membuka bisa dengan menekan kombinasi tombol keyboard “CTRL” + “Shift” + “Esc”. Selain dengan cara pintas atau shortcut tersebut, Anda bisa mengklik kanan pada kolom Taskbar yang kosong dan pilih “Task Manager”.
  • Secara otomatis Anda akan masuk ke dalam aplikasi atau program Task Manager. Isi dari aplikasi ini adalah daftar program yang sedang berjalan pada laptop Anda. Di dalamnya juga terdapat program mana saja yang menjalankan startup.
  • Anda bisa memperhatikan dan mulai menyeleksi mana saja program startup yang jarang digunakan.
  • Cara menonaktifkannya yaitu dengan mengklik sekali pada tulisan aplikasi dan pilih “Disable” yang berada di pojok kanan bawah Task Manager. Matikan semua aplikasi yang tidak Anda gunakan dan sisakan beberapa aplikasi yang memang sering digunakan.

Mengurangi Boot Menu Timeout

Jika Anda menggunakan sistem operasi Windows 10, maka harus memahami apa itu Boot Menu Timeout. Dengan demikian, Anda bisa mengatasi booting Windows 10 yang berjalan lama sekali.

Ini merupakan jangka waktu yang dilakukan Windows kepada para pengguna, untuk mengakses boot menu. Ada beberapa boot menu yang biasanya ditampilkan ketika Windows sedang melakukan booting.

Boot menu itu seperti Safe Mode, Recovery Mode, Bios Mode, dan masih banyak lagi. Ketika mengikuti pengaturan pabrik, maka jeda waktunya adalah selama 30 detik.

Nah, jika Anda ingin proses booting Windows 10 bisa berjalan lebih cepat, maka bisa mengurangi Boot Menu Timeout jadi lebih singkat. Pada umumnya Boot Menu Timeout itu bisa Anda kurangi sampai menjadi 15 detik atau bahkan hanya 10 detik. Berikut ini caranya:

  • Cara pertama yang harus Anda lakukan yaitu masuk ke dalam “Advanced system settings”. Cara masuk ke dalam pengaturan itu bisa dengan langsung mengetik pada kolom Search ketika di Start, kemudian langsung klik pada tulisan menu tersebut yang sudah ditampilkan.
  • Setelah Anda mengklik menu pengaturan tersebut, maka akan muncul sebuah kotak kecil. Pada tahap ini carilah tab yang bertuliskan “Advanced”.
  • Setelah itu, carilah tulisan di kolom bawah berisi “Startup and Recovery”. Perhatikan ke bagian kanan dari tulisan tersebut dan tekan tombol “Settings” yang tersedia. Jika sudah Anda klik, maka muncul halaman kotak baru.
  • Perhatikan pada pengaturan di dalam kotak tersebut. Pada tulisan “System Startup”, ubah tulisan “Time to display list of operating systems” menjadi 10 seconds atau 15 seconds sesuai selera.
  • Jika ingin lebih ekstrim lagi bisa menghilangkan tanda centang pada kotak di sampingnya, agar Windows tidak menampilkan Boot Menu.
  • Langkah selanjutnya Anda bisa mengabaikan beberapa menu pengaturan lainnya jika memang tidak paham dan menekan tombol “OK” di sisi paling bawah.
  • Apabila semua sudah Anda atur sesuai selera, maka langkah setelah itu adalah merestart laptop. Langsung saja restart laptop dan perhatikan apakah ada perubahan waktu booting Windows 10. Jika ingin lebih cepat, Anda bisa mengubah waktunya jadi 5 atau 3 detik.

Menambahkan Virtual Memory

Tidak semua tahu dan mengerti apa itu Virtual Memory. Namun, jika Anda ingin mempercepat booting Windows 10, maka harus tahu. Ini merupakan sebuah penyimpanan virtual yang digunakan untuk perpanjangan dari RAM pada laptop.

Ketika Anda menambahkan Virtual Memory, maka akan membuat proses yang dijalankan oleh sistem jadi lebih ringan. Cara ini sangat cocok sekali jika laptop yang Anda gunakan memiliki ukuran RAM sangat kecil.

Anda juga bisa menyesuaikan sendiri seberapa besar ukuran dari Virtual Memory yang ingin ditambahkan ke laptop. Secara umum, penggunaan Virtual Memory ini biasanya sekitar 50% dari ukuran RAM laptop.

Dengan demikian, contohnya jika ukuran RAM laptop adalah 4GB, maka ukuran Virtual Memory adalah sebesar 2GB. Namun biasanya karena dianggap masih kurang efektif, untuk laptop dengan RAM 2GB sampai 4GB ukuran Virtual Memorynya disamakan.

Berbeda lagi jika laptop Anda memiliki ukuran RAM 8GB, maka Virtual Memorynya adalah 4GB. Penambahan ini akan membuat kinerja laptop jadi jauh lebih ringan.

Membersihkan Sampah File

Windows memiliki banyak sekali file di dalamnya, termasuk file-file yang tidak digunakan atau disebut juga dengan file sampah. Jika sampah file ini tidak pernah dibersihkan, maka akan menyebabkan kinerja Windows jadi lambat dan berdampak juga ke proses booting.

File sampah itu terdiri dari temporary file, cache, thumbnail, registry entry, dan lain-lain. Biasanya file itu hanya dipakai sistem dalam jangka waktu tertentu. Ketika file sudah digunakan tidak secara otomatis dibersihkan oleh sistem, sehingga akan menumpuk dan memenuhi penyimpanan laptop.

Dengan begitu, membersihkan sampah file ini sangat penting sekali agar proses booting Windows 10 jadi cepat kembali. Anda bisa melakukan pembersihan sampah file ini dengan banyak cara seperti melalui bantuan aplikasi.

Hanya dengan sekali klik, aplikasi pembersih akan menghapus semua sampah file. Selain memperhatikan sampah file tersebut, Anda juga harus memperhatikan file ganda yang ada pada laptop.

File-file itu secara tidak sadar membuat hardisk jadi penuh dan membuat kinerja laptop jadi lemot. Dengan demikian, Anda harus membersihkannya agar kinerja jadi ringan kembali.

Memperbarui Driver Grafis

Penyebab lain yang mengakibatkan booting Windows 10 jadi lemot, ternyata juga datang dari driver grafis yang sudah terlalu tua versinya. Efeknya ketika memproses kinerja dari laptop, driver grafis itu tidak bisa bekerja dengan maksimal dan membuat lemot.

Apabila laptop Anda menggunakan kartu grafis on board, Windows 10 itu akan melakukan pencarian driver grafis dengan otomatis saat menginstall Windows. Namun, tidak jarang juga versi driver yang dipasang itu versi lama yang sudah tidak efektif lagi.

Agar Anda bisa mengatasi masalah driver grafis yang kawak, maka bisa mencoba cara-cara di bawah ini:

  • Tahap pertama masuklah ke dalam menu “Control Panel”. Anda bisa mengetik pada kolom search di Start dan mengetik menu tersebut, maka secara otomatis akan muncul.
  • Ketika sudah berada di dalam menu Control Panel, carilah tulisan “Hardware and Sound” dan klik pada tulisan tersebut.
  • Setelah itu, akan muncul banyak sekali pilihan menu pengaturan. Untuk melakukan pengaturan driver, Anda bisa mencari tulisan “Device Manager” dan langsung klik saja.
  • Akan muncul banyak sekali Device yang ada pada laptop Anda. Untuk memperbarui driver grafis, Anda bisa mencari tulisan “Display Adapter” dan klik dua kali. Selanjutnya akan muncul nama kartu grafis yang Anda gunakan.
  • Lalu pada nama kartu grafis tersebut, langsung saja klik kanan maka akan muncul lagi beberapa pilihan. Agar bisa memperbarui driver grafis, Anda harus mengklik pada tulisan “Update driver”.
  • Setelah itu, tunggu saja beberapa detik maka driver akan langsung diperbarui. Tapi sebelum memperbarui driver, pastikan bahwa laptop Anda terhubung ke koneksi internet. Pasalnya, pembaruan hanya bisa dilakukan dengan internet.
  • Langkah terakhir yaitu restart laptop Anda, kemudian cek apakah sudah ada peningkatan booting atau belum.

Memperbarui Windows

Windows 10 dikenal sebagai versi yang tidak pernah selesai mendapatkan update atau pembaruan. Bahkan bisa dikatakan setiap sebulan sekali pasti ada update yang harus Anda lakukan.

Jika Anda tidak melakukan update, efeknya bisa menyebabkan kinerja laptop jadi tidak maksimal. Masalah yang sering terjadi ketika laptop tidak pernah diperbarui Windowsnya adalah akan ada bug di dalam sistemnya.

Salah satu bentuk bug itu adalah booting Windows yang sangat lama sekali, sehingga solusi yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperbarui Windows. Cara untuk memperbaruinya juga sangat mudah sekali.

Klik tombol “Start”, masuk ke “Settings” dan pilih menu “Security and Update”. Untuk mengecek ada update atau tidak Anda bisa menekan tulisan “Check for updates” dan Windows akan memperbarui secara otomatis.

Namun, pastikan sebelum mengklik tombol update, usahakan laptop terhubung ke koneksi WiFi yang sangat baik dan cepat. Pasalnya, proses update Windows 10 bisa menghabiskan waktu sampai berjam-jam.

Jadi, upayakan sedang tidak sibuk agar proses update bisa berjalan sampai selesai tanpa mengganggu kesibukan Anda.

Non-Aktifkan Windows Subsystem for Linux

Sebenarnya fitur ini termasuk sangat baru untuk sistem operasi Windows 10 dan masih dalam versi beta. Fungsi utama fitur ini adalah memungkinkan bagi Anda untuk menjalankan program dari Linux pada sistem operasi Windows.

Namun, banyak di kalangan komunitas pengguna Windows yang mengatakan bahwa fitur ini ternyata menyebabkan jangka waktu booting jadi lebih lama. Beberapa pihak sudah melaporkan mengenai temuan ini.

Dengan begitu, jika Anda merasa bahwa booting Windows 10 cukup lama, bisa mencoba menonaktifkan fitur ini. Setelah itu, cobalah untuk merestart laptop dan cek apakah jangka waktu booting jadi lebih pendek atau tidak.

Jika belum paham cara untuk mengaktifkannya, bisa dengan beberapa tahapan di bawah ini:

  • Tahap pertama tekan tombol Windows yang ada di keyboard agar masuk ke menu Start.
  • Jika sudah berada dalam menu Start, ketik pada kolom pencarian “Windows features” dan pilih menu yang ditampilkan yaitu “Turn Windows features on or off”.
  • Setelah Anda klik, maka akan berada dalam sebuah box yang berisi banyak sekali pilihan. Jangan bingung ketika berada di dalam box ini. langsung cari saja pilihan yang bertuliskan “Windows Subsystem for Linux”.
  • Setelah menemukan tulisan tersebut, cara menonaktifkannya adalah dengan menghilangkan simbol centang yang berada pada kotak kecil di sampingnya. Jika Anda ingin mengaktifkannya lagi bisa menambahkan simbol centang kembali.
  • Langkah terakhir bisa menekan tombol “OK” yang berada di sisi bawah.
  • Jika sudah Anda nonaktifkan, sekarang cobalah untuk kembali merestart laptop. Perhatikan apakah sudah ada perubahan jangka waktu saat booting. Kalau tidak ada perubahan sama sekali, Anda bisa mengaktifkan lagi fitur tersebut dan mencoba cara lainnya.

Mereset Laptop

Saat dari beberapa cara mempercepat booting Windows 10 tidak membuahkan hasil apapun, maka ada satu cara yang terakhir. Cara ini yaitu mereset laptop menjadi bawaan pabrik dan menghapus semua data di dalam C:.

Cara ini sama seperti ketika Anda ingin mengatasi Android yang lemot. Karena dengan mereset laptop, secara otomatis semua sistem akan diperbarui dan dikembalikan seperti setelah pabrik. File-file besar yang membebani sistem akan dihapus total.

Dengan begitu, diharapkan masalah booting lama Windows 10 bisa teratasi dengan cara ini. Sebelum mereset laptop, pastikan sudah mencadangkan semua file-file penting yang ada pada penyimpanan C:. Berikut ini beberapa tahapan reset laptop:

  • Cara pertama masuk ke dalam pengaturan laptop. Anda bisa masuk lewat menu Start, kemudian ketik “Settings” maka menu pengaturan akan muncul.
  • Ketika sudah berada di dalam menu pengaturan, carilah menu dengan tulisan “Update and Security” dan klik pada menu tersebut.
  • Setelah itu, cari tulisan menu “Recovery” untuk mulai mereset laptop ke bawaan pabrik. Lalu pada pilihan “Reset this PC”, klik tepat pada tombol “Get Started”.
  • Setelah menekan tombol tersebut, proses akan dimulai dan tunggulah sampai selesai. Jika proses selesai, Anda harus menginstall beberapa aplikasi-aplikasi yang sering dipakai sebelumnya.
  • Terakhir cobalah untuk merestart kembali laptop. Cek apakah sudah ada kemajuan booting atau tidak. Biasanya dengan cara ini, proses booting bisa jadi lebih cepat karena sistem lebih ringan setelah dilakukan pembersihan secara total

Namun, konsekuensinya Anda harus menginstall kembali beberapa aplikasi yang sering Anda gunakan. Jadi, pertimbangkan dengan baik sebelum Anda memutuskan menggunakan cara reset ulang laptop ini.

Booting cepat memang sangat penting ketika laptop akan digunakan saat mendesak. Agar bisa mempercepat booting Windows 10, Anda bisa mencoba beberapa cara di atas. Tentunya cobalah satu per satu sampai booting Windows 10 semakin cepat.

Leave a Comment